DETIK-DETIK Menteri KKP Pingsan saat Upacara Korban Pesawat ATR 42-500, Terungkap Penyebabnya
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mendadak pingsan dan tak sadarkan diri saat mengikuti upacara penghormatan dan pelepasan jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Peristiwa mengejutkan itu terjadi hanya beberapa detik setelah prosesi penyerahan jenazah Alm. Ferry Irawan, Alm. Yoga Naufal, dan Alm. Capt. Andy Dahananto dari pihak keluarga kepada negara.
Upacara tersebut digelar di Auditorium Madidihang AUP Kelautan dan Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta, pada Senin (26/1/2026).
Dalam momen sakral tersebut, Menteri Trenggono yang bertindak sebagai inspektur upacara tiba-tiba terjatuh. Staf dan ajudan langsung bergegas memberikan pertolongan, sementara suasana di dalam auditorium sempat diwarnai kepanikan.
Kronologi Kejadian
Detik-detik sebelum Menteri KKP pingsan, prosesi penyerahan jenazah sedang berlangsung. Penyerahan dilakukan oleh Muhamad Hidayat, kakak dari Alm. Ferry Irawan.
“Dengan ini saya atas nama keluarga menyerahkan jenazah Alm. Ferry Irawan, Alm. Yoga Naufal, dan Alm. Capt. Andy Dahananto kepada Negara Republik Indonesia untuk dimakamkan secara kedinasan Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ucap Muhamad Hidayat.
Tak lama setelah pernyataan tersebut, suara debaman terdengar di dalam auditorium, menandai jatuhnya Menteri Trenggono. Keriuhan pun sempat terjadi di antara peserta upacara.
Wakil Menteri Ambil Alih Upacara
Usai insiden tersebut, Wakil Menteri KKP Didit Herdiawan segera mengambil alih posisi Menteri Trenggono sebagai inspektur upacara, sehingga prosesi penghormatan dapat tetap dilanjutkan dengan khidmat.
Seusai upacara, Didit memastikan bahwa kondisi Menteri KKP telah membaik.
“Sudah sadar, tidak apa-apa. Beliau kecapekan,” ujar Didit kepada awak media.
Penghormatan untuk Korban ATR 42-500
Upacara ini merupakan bentuk penghormatan negara kepada tiga korban yang gugur saat menjalankan tugas dalam musibah jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Sebelumnya, Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan instansi terkait berhasil menemukan enam korban kecelakaan pesawat tersebut.