Usia ini sekitar 15.000 tahun lebih tua dibandingkan seni cadas tertua lain yang sebelumnya ditemukan di Sulawesi, serta lebih dari 30.000 tahun lebih tua dibandingkan lukisan gua tertua di Eropa.
Simbolisme Unik Manusia Purba Sulawesi
Cetakan tangan tersebut memiliki ciri khas yang tidak ditemukan di wilayah lain. Ujung jari sengaja dibentuk runcing, menyerupai cakar hewan. Modifikasi ini diyakini memiliki makna simbolik, kemungkinan berkaitan dengan cara manusia purba memahami hubungan antara manusia dan dunia hewan.
Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya di Sulawesi yang menemukan lukisan sosok manusia berkepala burung dan berciri hewan, berusia setidaknya 48.000 tahun. Bukti-bukti tersebut menunjukkan bahwa masyarakat awal di kawasan ini telah memiliki konsep kompleks tentang identitas, simbol, dan penceritaan sejak puluhan ribu tahun lalu.
Tradisi Seni Ribuan Tahun
Penanggalan juga menunjukkan bahwa gua-gua di Sulawesi digunakan sebagai ruang seni dalam rentang waktu yang sangat panjang. Aktivitas melukis berlangsung hingga sekitar 20.000 tahun lalu, bertepatan dengan puncak Zaman Es terakhir.
Setelah jeda panjang, gua-gua tersebut kembali dihiasi lukisan oleh penutur Austronesia, nenek moyang petani awal Indonesia, yang tiba sekitar 4.000 tahun lalu. Hal ini membuktikan bahwa ekspresi simbolik merupakan tradisi budaya lintas generasi, bukan inovasi sesaat.
Kunci Migrasi Manusia Modern






