WARTABANJAR.COM, BARABAI – Menjelang lonjakan kebutuhan bahan pokok pada bulan suci Ramadan 2026, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, menggulirkan program pasar murah di 12 titik yang tersebar di seluruh kecamatan.

Program ini digelar sebagai langkah konkret Pemkab HST untuk menekan laju inflasi sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kepala Dinas Perdagangan HST, Irfan Sunarko, mengatakan pasar murah menjadi upaya menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya permintaan menjelang Ramadan.

“Pasar murah ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau serta menjaga kestabilan harga pangan,” ujar Irfan, Sabtu (24/1/2026).

Sesuai arahan Bupati HST Samsul Rizal dan Wakil Bupati Gusti Rosyadi Elmi, pelaksanaan pasar murah dijadwalkan bergilir di berbagai desa pada setiap kecamatan. Kegiatan perdana telah dilaksanakan pada Rabu (21/1) di Desa Taras Padang, Kecamatan Labuan Amas Selatan.

Selanjutnya, pasar murah akan digelar di berbagai wilayah, di antaranya Desa Teluk Mesjid Kecamatan Hantakan, Desa Tanah Habang Kecamatan Batang Alai Selatan, Desa Telang Kecamatan Batang Alai Utara, Desa Abung Kecamatan Limpasu, serta menjangkau wilayah Labuan Amas Utara, Batu Benawa, Batang Alai Timur, Pandawan, hingga Barabai. Kegiatan ini dijadwalkan berakhir di Kelurahan Dwi Warna, Kecamatan Barabai, pada Rabu (11/2).

Seluruh kegiatan pasar murah berlangsung mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai, dengan pelaksanaan bersifat tentatif menyesuaikan kondisi lapangan.

Dalam pasar murah tersebut, sejumlah bahan pokok dijual di bawah harga pasaran, di antaranya Minyak Kita Rp16 ribu per liter, gula Rp17 ribu per kilogram, tepung Rp7 ribu per kilogram, susu kental manis Rp7 ribu per kemasan, garam Rp4 ribu per pcs, bawang merah Rp10 ribu per bungkus, bawang putih Rp8 ribu per bungkus, hingga gas LPG seharga Rp18.500 per tabung.

Untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi, Dinas Perdagangan HST melibatkan sejumlah instansi terkait, distributor bahan pokok, pelaku UMKM, Bulog, hingga agen LPG.