WARTABANJAR.COM, PELAIHARI– Masalah sampah liar di belakang Kuburan Muslimin Pelaihari akhirnya mendapat respons menohok dari Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Tanah Laut, Erzandi.

​Ia menegaskan bahwa lokasi tersebut mutlak bukan peruntukan sampah.

Erzandi menyayangkan adanya pembiaran sosial yang seolah-olah melegalkan lokasi sakral tersebut menjadi tempat pembuangan limbah rumah tangga selama berbulan-bulan.

"Karena ini sudah berkali-kali, sudah berbulan-bulan, bahkan mungkin jadi satu apa ya semacam ditasbihkanlah, ini jadi yang namanya tempat pembuangan sampah sementara. Padahal notabene-nya kita semua tahu bahwa itu bukan tempat sampah," ungkap Erzandi di Pelaihari, Kamis (22/1/2026), saat menanggapi perihal sampah di Jalan Pusara tersebut.

​Erzandi juga menyoroti ironi di lapangan, di mana oknum warga yang membuang sampah sembarangan di lokasi tersebut justru berasal dari kalangan masyarakat yang berpendidikan.

Tumpukan sampah di TPS liar di belakang Kuburan Muslimin Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalsel. Foto: Wartabanjar.com/Gazali

Menurutnya, kepintaran tanpa disiplin hanya akan merusak lingkungan.

"Nah, yang kita sayangkan juga kadang-kadang yang membuang justru orang-orang yang berpendidikan, orang tahu aturan, masyarakat-masyarakat yang semuanya sebenarnyaorang-orang pintar tetapi di tempat kita ini keinginan untuk bisa melakukan hal yang mendisiplinkan untuk membuang sampah dan menjaga lingkungan masih kurang," tegasnya.

Terkait teknis pengangkutan, Erzandi menjelaskan bahwa jajarannya sudah bekerja maksimal, namun operasional dinas terbatas pada TPS-TPS resmi yang telah disediakan oleh Pemerintah Daerah.

BACA JUGA: Cuaca Panas Ekstrem Landa Palangka Raya Hingga Beberapa Hari ke Depan

"Kewajiban kami itu mengambil yang sudah di tempat yang sudah disediakan pemerintah daerah, yaitu TPS-TPS. Berarti artinya kalau di luar TPS, itu bukan kewenangan kami untuk membuang," jelasnya lagi.

Meski demikian, pihak DPRKPLH tidak tinggal diam.

Erzandi berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan kawan-kawan pers, aparat penegak Perda (Satpol PP), hingga tokoh masyarakat untuk mencari inovasi guna menghentikan aksi buang sampah sembarangan ini.