WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Langit Indonesia bersiap menyambut “tamu” baru. Pesawat tempur Rafale buatan Prancis, yang digadang-gadang menjadi tulang punggung modernisasi kekuatan udara nasional, kian dekat untuk mengudara bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).
Antusiasme publik sempat memuncak setelah beredar informasi di media sosial mengenai gelombang perdana Rafale yang disebut telah diterbangkan dari Prancis menuju Indonesia. Namun, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menegaskan bahwa jadwal kedatangan pesawat tempur tersebut masih bersifat tentatif.
Kepala Biro Humas Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyampaikan bahwa hingga kini pihaknya masih melakukan penyesuaian teknis dan koordinasi bilateral dengan Prancis.
“Terkait rencana kedatangan pesawat Rafale, dapat kami sampaikan bahwa hingga saat ini jadwal masih bersifat tentatif dan menyesuaikan dengan kesiapan teknis serta koordinasi kedua pihak,” ujar Rico kepada wartawan, Rabu (21/1/2026).
Akhir Januari Jadi Momentum Awal
Meski belum final, Kemhan menyebutkan bahwa akhir Januari 2026 menjadi waktu yang diproyeksikan untuk kedatangan batch awal Rafale, selama tidak ada perubahan mendadak.
Kedatangan ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi tahap krusial dalam proses pengenalan, adaptasi, dan integrasi alutsista canggih tersebut ke dalam sistem pertahanan udara Indonesia.
“Apabila tidak ada perubahan, batch awal direncanakan tiba pada akhir Januari 2026 dan akan menjadi bagian dari tahapan awal pengenalan serta integrasi alutsista tersebut di lingkungan TNI AU,” jelas Rico.







