Selain itu, bagian atas tengkorak sudah
menyatu, sedangkan pada bayi manusia bagian tersebut seharusnya belum rapat.
Ditemukannya gigi geraham atas juga
menguatkan dugaan bahwa tengkorak tersebut bukan milik manusia, karena bayi manusia tidak mungkin memiliki gigi geraham.
Lebih lanjut, struktur rahang tengkorak terlihat
lebih melengkung dan menyerupai binatang
sejenis simpanse, serta terdapat celah yang
lebar pada bagian tengkorak samping, berbeda dengan struktur tengkorak manusia yang cenderung rapat.
Dari hasil pemeriksaan sementara tersebut,
disimpulkan bahwa tengkorak yang ditemukan di lokasi kejadian diduga kuat merupakan tengkorak binatang sejenis simpanse dan bukan tengkorak bayi manusia.
Meski demikian, kepastian lebih lanjut masih menunggu hasil uji DNA dari Laboratorium Forensik Polda Kalimantan Selatan.
Selama proses penanganan kejadian, situasi
kamtibmas di lokasi terpantau aman dan
kondusif. Polres Tapin akan terus menyampaikan perkembangan hasil pemeriksaan lanjutan. (Wartabanjar.com/rilis)
Editor Restu







