WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Pemerintah Kabupaten Tabalong terus mematangkan pengembangan Koperasi Merah Putih sebagai penguatan ekonomi desa.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tabalong menjadi leading sector dalam program tersebut, berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) sebagai mitra strategis.
Kepala Dinas PMD Kabupaten Tabalong, Adityapula Nugraha, mengatakan pengembangan Koperasi Merah Putih menyasar 22 titik utama yang ditargetkan rampung pada tahun 2026.
Baca Juga Cuaca Tak Menentu, Petani Cabai di Banjarbaru Keluhkan Gagal Panen
Program ini akan diterapkan di seluruh wilayah Tabalong yang memiliki total 131 desa.
“Untuk tahap awal, fokus kita ada di 22 titik prioritas yang tersebar di seluruh kecamatan di Tabalong. Ini menjadi target penyelesaian untuk penguatan koperasi desa,” ujar Adit, pada wartabanjar.com, usai menghadiri rakornis TMMD dengan Kodim 1008 Tabalong, Selasa (20/1/2026).
Ia mengungkapkan, kendala utama yang dihadapi saat ini adalah permasalahan lahan. Namun, persoalan tersebut akan diselesaikan secara bertahap melalui berbagai skema.
“Permasalahan saat ini memang ada di tanah. Tapi sambil berjalan akan terus kita evaluasi. Insya Allah bisa kita selesaikan. Kalau tidak memungkinkan dibebaskan, bisa dengan opsi sewa atau solusi lain,” jelasnya.
Ditambahkannya, progres pembangunan sarana usaha Koperasi Merah Putih, seperti gerai atau gedung tempat usaha, saat ini masih berada di kisaran 30 hingga 40 persen.

