Ia mengungkapkan, kendala utama yang dihadapi saat ini adalah permasalahan lahan. Namun, persoalan tersebut akan diselesaikan secara bertahap melalui berbagai skema.
“Permasalahan saat ini memang ada di tanah. Tapi sambil berjalan akan terus kita evaluasi. Insya Allah bisa kita selesaikan. Kalau tidak memungkinkan dibebaskan, bisa dengan opsi sewa atau solusi lain,” jelasnya.
Ditambahkannya, progres pembangunan sarana usaha Koperasi Merah Putih, seperti gerai atau gedung tempat usaha, saat ini masih berada di kisaran 30 hingga 40 persen.
Ke depan, lanjut Adit, Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menghadirkan gerai sembako, penjualan produk ketahanan pangan hasil pertanian desa, alat kesehatan, apotik, serta berbagai unit usaha perdagangan lainnya yang dibutuhkan masyarakat.
“Harapannya, koperasi ini benar-benar menjadi pusat kegiatan ekonomi desa dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.(wartabanjar.com/Suhardi).
Editor Restu







