Selain bawang merah, Jariyah juga aktif membudidayakan berbagai tanaman hortikultura lainnya, seperti kacang tanah, tomat, lombok (cabai), serta beragam jenis sayuran. Aktivitas pertanian ini tidak hanya menopang ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan perempuan desa serta mendukung ketahanan pangan rumah tangga.
Ketekunan Jariyah menjadi contoh bahwa inovasi pertanian dapat tumbuh dari tingkat desa, bahkan melalui uji coba sederhana yang berpotensi berkembang menjadi usaha berkelanjutan.
Mengenal Bawang Merah Varietas Batu Ijo
Sebagai informasi, bawang merah Batu Ijo merupakan varietas unggul yang dikenal dengan umbinya berwarna merah cerah, aroma tajam, serta cita rasa pedas manis. Varietas ini juga relatif mudah dibudidayakan di berbagai kondisi lahan, termasuk pada musim hujan.
Bawang merah Batu Ijo memiliki masa panen cepat, sekitar 55–60 hari di dataran rendah, dan kerap ditanam dengan teknik tumpang sari (mixcropping). Selain dikenal dengan nama Batu Ijo, varietas ini juga sering disebut Bali Ijo, dan telah dibudidayakan luas di berbagai daerah seperti Malang, Majalengka, hingga Sumatera Utara.
Keberhasilan uji coba ini membuka peluang bagi petani lokal untuk mengembangkan bawang merah sebagai komoditas alternatif bernilai ekonomi di Kabupaten Tabalong.(wartabanjar.com/Suhardi)
editor: nur_muhammad







