Dari Titik Baca ke Keterampilan Nyata, Dispersip Tabalong Dorong Lahirnya 15 Ribu Tenaga Terampil di 2026
WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Perpustakaan kini tak lagi sekadar tempat membaca. Di Kabupaten Tabalong, perpustakaan disulap menjadi ruang belajar, berlatih, dan bertumbuh bagi masyarakat.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tabalong resmi menyiapkan sejumlah program strategis tahun 2026 untuk mendukung visi Bupati Tabalong mencetak 15 ribu tenaga terampil. Salah satu program unggulannya adalah penguatan perpustakaan berbasis pemberdayaan masyarakat melalui Titik Baca “Belajar dan Berlatih” yang akan diterapkan di 10 desa.
Kepala Dispersip Tabalong, Norhayati, menuturkan bahwa program ini dirancang agar literasi tidak berhenti pada aktivitas membaca, tetapi berlanjut menjadi keterampilan nyata yang bisa langsung diterapkan.
“Belajar dan berlatih artinya masyarakat membaca di titik baca, lalu mempraktikkan secara langsung. Bisa membuat kue, sabun, lilin, sampai jamu tradisional,” ujar Norhayati di ruang kerjanya, Kompleks Stadion Pembataan, Tanjung, Rabu (14/1/2026).
Konsep sederhana ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru. Produk hasil praktik peserta dapat dipasarkan sehingga memberi tambahan penghasilan bagi keluarga.
Pada tahun 2025, program Belajar dan Berlatih telah diikuti sekitar 500 peserta. Memasuki 2026, Dispersip menargetkan 532 orang untuk kembali mengikuti program tersebut.
Tak hanya itu, Dispersip juga melanjutkan program Satu Desa Satu Titik Baca yang terintegrasi dengan program daerah Satu WiFi Satu Desa. Pada 2025, program ini telah menjangkau 30 desa. Tahun 2026, sebanyak 19 desa kembali menjadi sasaran, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
Norhayati menegaskan, target jangka panjang Dispersip adalah memastikan seluruh desa dan kelurahan di Tabalong memiliki titik baca.
“Dalam lima tahun ke depan, seluruh 131 desa dan kelurahan di Tabalong harus sudah memiliki titik baca,” katanya.
Dengan perpaduan buku, internet, dan aktivitas praktik, titik baca diharapkan menjadi pusat literasi sekaligus pusat pengembangan keterampilan masyarakat. Harapannya, dari ruang-ruang kecil inilah lahir generasi Tabalong yang lebih mandiri, terampil, dan sejahtera.(wartabanjar.com/Suhardi)
editor: nur_muhammad