Turut mendampingi Presiden dalam kegiatan itu sejumlah pejabat negara, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Luar Negeri Sugiono, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.
Kementerian Sosial menggelar peluncuran Sekolah Rakyat pada 12 Januari 2026 yang dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru. Rangkaian kegiatan itu juga dihadiri ribuan orang siswa Sekolah Rakyat.
Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang selama ini sulit menjangkau layanan pendidikan.
Peluncuran tersebut menandai dimulainya operasional Sekolah Rakyat rintisan di 166 titik di berbagai daerah, yang menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan nasional melalui pendekatan pendidikan dan pemberdayaan keluarga.
Sebanyak 166 titik lokasi Sekolah Rakyat rintisan itu tersebar di Sumatera 35 lokasi, Jawa 70 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara tujuh lokasi, Kalimantan 13 lokasi, Sulawesi 28 lokasi, Maluku tujuh lokasi, dan Papua enam lokasi.
Saat ini, lebih dari 15 ribu siswa telah mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat yang didukung teknologi digital, dan pemerintah menargetkan pembukaan hingga 500 titik Sekolah Rakyat pada 2029 guna meningkatkan daya tampung pendidikan bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat perekonomian terendah sesuai Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







