WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pemain Manchester United, Diogo Dalot, mengakui periode adaptasi di klub itu berjalan sangat berat karena seringnya pergantian manajer dalam kurun waktu satu dekade terakhir.
Menurut Dalot, perubahan pelatih yang terjadi sekitar setahun sekali membuat skuad sulit menemukan ritme permainan dan solusi cepat saat menghadapi tantangan kompetisi domestik serta laga penting.
Dalot menyampaikan pernyataannya itu usai kekalahan MU 1-2 dari Brighton & Hove Albion di babak ketiga Piala FA 2025/2026, yang mengakhiri kiprah Setan Merah di turnamen tersebut musim ini.
Ia menggambarkan fase transisi yang berulang kali terjadi sebagai situasi yang penuh tekanan karena pemain harus cepat menyesuaikan gaya dan tuntutan pelatih baru agar kompetitif.
Sejak era pasca-Sir Alex Ferguson, Manchester United memang tercatat memiliki banyak manajer yang datang dan pergi, sehingga beban adaptasi yang dialami pemain pun semakin tinggi.
Dalot mengatakan tim kini berupaya mencari cara untuk menghadapi perubahan dan melanjutkan kompetisi Liga Inggris serta agenda pertandingan lain musim ini.







