Demonstrasi di Iran sendiri bermula sejak akhir Desember akibat krisis mata uang yang semakin membebani kehidupan rakyat. Namun, aksi tersebut berkembang menjadi gerakan besar yang menuntut perubahan menyeluruh terhadap sistem pemerintahan yang dinilai otoriter.
Pemerintah Iran telah mengancam akan menindak tegas para demonstran. Berbagai laporan kelompok hak asasi manusia menyebut puluhan orang tewas dalam operasi penertiban sebelumnya, sebelum akhirnya angka korban melonjak drastis dalam beberapa pekan terakhir.
Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan pemerintah tidak akan mundur menghadapi gelombang protes.
“Kami tidak akan goyah menghadapi tekanan dan kerusuhan,” ujar Khamenei dalam pernyataannya.
Kondisi ini menempatkan Iran di ambang krisis politik dan kemanusiaan yang lebih besar, dengan risiko eskalasi konflik internasional yang semakin sulit diprediksi.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad






