“Kami buat dua loket pencairan, satu di mobil layanan dan satu lagi di pos satpam depan parkiran. Kalau hanya memakai loket di dalam kantor, tentu tidak akan cukup waktu dan antrean bisa makin panjang,” jelas Ediyansyah.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tabalong, Masdulhak Abdi, menjelaskan bahwa pencairan dana beasiswa tidak hanya dilakukan di satu titik.
“Memang pencairan lewat Bank Kalsel, namun sudah kami sampaikan kepada masyarakat bahwa dana beasiswa bisa dicairkan di Bank Kalsel terdekat di masing-masing kecamatan,” ucap Masdulhak Abdi saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (9/1/2026).
Ia menambahkan, antrean panjang dinilai wajar mengingat jumlah penerima beasiswa prestasi se-Kabupaten Tabalong untuk jenjang SD dan SMP mencapai lebih dari 3.000 siswa.
“Kami berharap mekanisme pencairan berjalan lancar. Setiap penerima juga diwajibkan membuat perencanaan belanja keperluan sekolah sebelum pencairan, agar dana beasiswa benar-benar digunakan untuk kepentingan pendidikan,” pungkasnya. (wartabanjar.com/Suhardi)
Editor: Yayu







