Acungkan Jempol! Ponpes Ubudiyah Bati-Bati Jadi Penyelamat, Tampung Ratusan Pengungsi Banjir di Tanah Laut
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Pondok Pesantren (Ponpes) Ubudiyah Bati-Bati bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan dengan mendirikan Posko Ubudiyah Peduli, menampung ratusan warga terdampak banjir besar di Kabupaten Tanah Laut, Selasa (6/1/2026).
Curah hujan ekstrem dalam sepekan terakhir melumpuhkan wilayah Kecamatan Bati-Bati, Kurau, hingga Bumi Makmur. Tak hanya menyediakan tempat berteduh, pesantren ini juga mengoperasikan dapur umum secara mandiri, menjamin pasokan pangan bagi para pengungsi.
Koordinator Posko Ubudiyah Peduli, Muhammad Habibi, menegaskan bahwa gerakan ini murni solidaritas tanpa batas untuk membantu masyarakat terdampak.
“Posko dibuka sejak awal 2026 dan akan beroperasi hingga pengungsi bisa kembali ke rumah masing-masing,” ujar Habibi.
Dapur umum yang dikelola santri dan relawan tidak hanya melayani warga di posko. Jika stok logistik memungkinkan, bantuan makanan siap saji juga dikirim langsung ke rumah warga yang tetap bertahan di tengah banjir.
Data terbaru mencatat 270 jiwa, mulai balita hingga lansia, kini menggantungkan hidup di posko. Mereka berasal dari Desa Benua Raya, Desa Bati-Bati, dan Desa Kali Besar, terpaksa meninggalkan harta benda demi keselamatan nyawa.
Norkhalipah, salah satu pengungsi asal Desa Benua Raya, menceritakan penderitaannya saat rumahnya terendam hingga pinggang orang dewasa.
“Sekitar sebulan lalu rumah masih bisa ditinggali, tapi hujan deras Minggu hingga Senin membuat air semakin naik,” ujarnya lirih.
Kondisi banjir yang berulang setiap tahun menimbulkan tuntutan warga agar pemerintah daerah menyediakan solusi permanen, bukan sekadar bantuan sembako sesaat.
“Harapannya rumah bisa ditinggikan supaya tidak kebanjiran lagi,” tambah Norkhalipah.
Keberadaan Posko Ubudiyah Peduli menjadi pengingat bahwa gotong royong masyarakat adalah benteng utama menghadapi bencana.(Wartabanjar.com/Gazali)
editor: nur_muhammad