“Dari kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka bakar,” ujar Kepala Satpol PP HST, Ahmad Fatoni, Rabu (7/1/2026).
Selain menangani kebakaran, Satpol PP dan Damkar HST juga mencatat penanganan berbagai operasi penyelamatan. Berdasarkan data yang dihimpun, sejak 2022 hingga 2025 tercatat sebanyak 322 kegiatan penyelamatan yang dilakukan, seiring meningkatnya laporan kondisi darurat dari masyarakat.
Data tersebut menunjukkan bahwa potensi kebakaran dan kejadian darurat di Kabupaten Hulu Sungai Tengah masih cukup tinggi.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya dalam penggunaan listrik, kompor, dan sumber api lainnya di lingkungan rumah masing-masing.
Sebagai informasi, pada Senin (5/1/2026), Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten HST resmi berpisah.
Bupati HST telah melantik dan mengukuhkan pejabat struktural serta menandatangani Peraturan Bupati tentang perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru, Pemadam Kebakaran kini bergabung dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HST. (wartabanjar.com/Adew)
Editor Restu







