WARTABANJAR.COM, PARINGIN – Pascabanjir yang melanda wilayah Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, aktivitas pendidikan di SD Kecil Raranum masih terbatas.
Meski genangan telah surut, akses menuju sekolah hingga kini belum sepenuhnya pulih.
Ambruknya Jembatan Kaitan, yang selama ini menjadi jalur utama menuju Desa Raranum, membuat wilayah tersebut praktis terisolasi.
Baca Juga Kembali ke Stadion 17 Mei, Barito Putera Target Raih 3 Poin dari Persiku Kudus
Selain itu, kondisi jalan sepanjang sekitar empat kilometer menuju sekolah mengalami kerusakan cukup parah di sejumlah titik.
Di tengah situasi tersebut, seorang guru bernama Norhadiyati Apriyani, yang akrab disapa Rere, memilih bertahan.
Guru SDN Raranum ini dikenal sebagai Guru Berprestasi tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, namun tetap setia mengabdi di daerah terpencil.
Tanpa menunggu bantuan, Rere bersama para wali murid dari sekitar 15 kepala keluarga yang masih bermukim di Raranum berinisiatif membuka akses darurat. Dengan memanfaatkan kayu dan batu, mereka membuat jalur sementara agar anak-anak tetap dapat menjangkau sekolah.
“Yang penting anak-anak masih bisa datang belajar. Pendidikan tidak boleh terhenti meski kondisi sangat terbatas,” ujar Rere.
Kondisi bangunan sekolah pun belum sepenuhnya pulih. Sisa lumpur masih menempel di lantai dan perabot sekolah. Sejumlah buku pelajaran rusak akibat terendam air, sementara alat peraga belajar banyak yang tidak dapat digunakan.
Setiap hari, Rere membersihkan ruang kelas secara bertahap dan berupaya menyelamatkan buku-buku yang masih layak pakai. Saat ini, SD Kecil Raranum tercatat memiliki tiga siswa aktif dan dua calon siswa baru untuk tahun ajaran 2026.

