WARTABANJAR.COM, MARTAPURA- Banjir yang melanda Kabupaten Banjar berdampak pada lebih dari 1.000 keluarga atau sekitar 4.000 jiwa.

Pemerintah saat ini tengah melakukan pendataan dan asesmen untuk menentukan skema bantuan lanjutan bagi para korban.

Menteri Sosial RI, Syaifullah Yusuf, mengatakan penyaluran bantuan pascabencana dilakukan melalui mekanisme yang terstruktur, mulai dari tahap evakuasi, pengungsian, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Setiap bencana sudah ada mekanismenya. Setelah masa darurat, kita masuk ke tahap rekonstruksi dan rehabilitasi,” ujarnya, Minggu (4/1/2026).

BACA JUGA: Waspada Puncak Banjir Rob di Kota Banjarmasin Hari ini Mulai Jam 4 Sore

Ia menjelaskan, asesmen tingkat kerusakan rumah baik rusak berat, sedang, maupun ringan akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Hasil asesmen tersebut menjadi dasar penyaluran bantuan lanjutan.

Bagi warga yang rumahnya rusak berat dan belum dapat langsung dibangun kembali, pemerintah akan menyiapkan hunian sementara (huntara) sebagai tempat tinggal sebelum masuk ke hunian tetap.

“Semua bantuan akan disalurkan setelah data diverifikasi dan ditandatangani oleh kepala daerah. Data dari daerah menjadi dasar kami untuk menyalurkan bantuan,” tutup Mensos. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor: Yayu