Lindungi Perempuan dan Anak, Menteri PPPA Aktifkan Pos SAPA di Pengungsian Banjir Sumatera

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bireuen, Dailami menuturkan bahwa koordinasi lintas pihak terus dilakukan untuk penanganan pasca bencana banjir. Salah satu hal yang saat ini diperlukan yaitu penyediaan layanan dukungan psikososial (LDP) dan pemeriksaan kesehatan bagi perempuan dan anak.

“Kami mendukung giat LDP dan pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan Kemen PPPA dan Dinas PPPA Provinsi Aceh untuk perempuan dan anak di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireun. LDP ini juga bekerja sama dengan beberapa mitra yaitu PKBI, Gerak Bareng, Lentera Habibi, serta Ikatan Dokter Indonesia (IDAI). Melalui dukungan dari berbagai pihak kami berharap Masyarakat Bireun utamanya Perempuan dan Anak tetap memiliki semangat dan segera pulih setelah terdampak bencana banjir,” ungkap Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda.

Kepala Dinas PPPA Provinsi Aceh Meutia Juliana menuturkan, sebanyak 11 kabupaten/kota di Aceh masih memperpanjang masa tanggap darurat. “Saat ini UPTD PPA di kabupaten/kota Provinsi Aceh telah mulai memberikan layanan meskipun masih menghadapi berbagai kendala akibat keterbatasan sarana prasarana dampak dari bencana banjir,” jelas Kepala Dinas PPPA Provinsi Aceh.

Sebagai tindak lanjut, Kemen PPPA menekankan pentingnya Pos SAPA sebagai upaya perlindungan dan pemenuhan hak perempuan dan anak pada situasi kebencanaan.

Sinergi lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah serta lembaga masyarakat sangat diperlukan dalam aktivasi Pos SAPA agar penanganan bencana yang dilaksanakan responsif gender serta memperhatikan pemenuhan hak dan perlindungan khusus bagi anak. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Andi Akbar