“Reservoirnya kita tambah kapasitasnya, dan ini termasuk pembangunan pipa yang melintasi bawah sungai. Total panjang pipa kurang lebih sekitar delapan kilometer, meski nanti akan kami lakukan pengecekan kembali untuk memastikan data pastinya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Permukiman dan Air Minum, Angga Rinaldi Rizal, mengungkapkan bahwa pekerjaan JDU di Kabupaten Barito Kuala dibagi ke dalam dua jalur utama.
“Jalur pertama menuju wilayah Tabunganen sepanjang 11 kilometer, dan jalur kedua mengarah ke Mekarsari sepanjang sembilan kilometer. Total keseluruhan panjang jaringan mencapai sekitar 20 kilometer dan semuanya telah selesai 100 persen,” ungkap Angga.
Selain jaringan pipa, turut dibangun reservoir berkapasitas 200 meter kubik yang berlokasi di kawasan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mekar Putih. Pekerjaan juga terintegrasi dengan jaringan yang telah dibangun pada tahun sebelumnya, termasuk penyambungan dari Mekarsari, Tamban hingga Tabunganen.
“Dengan tersambungnya jaringan ini, maka air dari SPAM Banjarbakula sudah bisa masuk dan melayani masyarakat Kabupaten Barito Kuala. Selama ini Barito Kuala menjadi wilayah terakhir yang belum teraliri jaringan Banjarbakula,” pungkasnya.
Dengan rampungnya proyek JDU ini, diharapkan akses air bersih bagi masyarakat Batola semakin merata dan berkelanjutan, sekaligus melengkapi sistem layanan air minum regional Banjarbakula di Kalimantan Selatan. (Wartabanjar.com/MC Kalsel)
Editor Restu













