WARTABANJAR.COM, NEW DELHI – Sebuah kisah misterius dunia penerbangan akhirnya terungkap. Pesawat Boeing 737 milik Air India yang dinyatakan “hilang” dari catatan perusahaan selama 13 tahun, mendadak ditemukan terparkir di area terpencil Bandara Internasional Netaji Subhas Chandra Bose, Kolkata, pada November 2025.

Pesawat kargo Boeing 737-200 bernomor registrasi VT-EHH itu diketahui terakhir kali tercatat diparkir di Bandara Kolkata pada 2012, setelah resmi dipensiunkan dari layanan operasional. Namun sejak saat itu, keberadaannya lenyap dari pembukuan internal Air India.

Bandara Terus Menagih, Maskapai Mengaku Tak Punya Catatan

Meski Air India mengklaim tidak memiliki catatan kepemilikan, otoritas bandara tetap menagih biaya parkir secara rutin selama bertahun-tahun. Tagihan demi tagihan dikirimkan, namun Air India menolak membayar, dengan alasan pesawat tersebut tidak tercatat sebagai aset aktif maupun nonaktif mereka.

Situasi berubah drastis ketika pihak bandara mengirim surat resmi yang meminta Air India segera memindahkan pesawat terbengkalai itu dari area parkir yang jarang terpantau.

CEO Air India Akui Kelalaian Internal

Kepala Eksekutif Air India, Campbell Wilson, akhirnya mengakui adanya kelalaian tersebut dalam pesan internal kepada karyawan, yang kemudian tersebar luas di media India.

“Pelepasan pesawat tua memang bukan hal yang jarang terjadi, namun kasus ini jelas berbeda. Ini adalah pesawat yang bahkan baru kami sadari kembali sebagai milik kami,” ujar Wilson.

Ia menjelaskan, pesawat tersebut benar-benar ‘hilang dari ingatan’ perusahaan, hingga akhirnya pihak bandara Kolkata menginformasikan bahwa pesawat itu masih berada di area parkir yang sangat terpencil dan harus segera dipindahkan.

Korban Restrukturisasi Panjang Air India

Setelah dilakukan verifikasi menyeluruh, Air India memastikan bahwa Boeing 737-200 tersebut memang masih tercatat sebagai aset perusahaan. Proses pemindahan pun langsung ditindaklanjuti.

Manajemen Air India mengungkapkan bahwa hilangnya pesawat dari pembukuan disebabkan oleh rentetan restrukturisasi internal yang berlangsung selama bertahun-tahun.