Terkait pengaturan lalu lintas dan parkir, ia menyampaikan bahwa pihaknya akan menerapkan pengaturan yang lebih tertib.
Jemaah yang menggunakan kendaraan roda dua dan parkir di halaman panti akan diprioritaskan keluar setelah yang berjalan kaki berkurang, sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Selain itu, PPRSLU Budi Sejahtera juga menyiapkan sekitar 1.000 hingga 1.200 bungkus makanan ringan berupa air mineral dan roti yang dibagikan kepada jemaah sambil menunggu giliran.
Dalam pelaksanaan Momen 5 Rajab ini, Hairun Nisa menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan klien lanjut usia tetap menjadi prioritas utama.
Para klien telah diberikan pemahaman sebelumnya agar tetap berada di kamar atau wisma selama kegiatan berlangsung.
“Kami tidak memperkenankan jemaah masuk ke wisma. Semua fasilitas yang digunakan jemaah berada di luar area wisma, sehingga klien tetap aman dan nyaman,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa para klien menggunakan gelang triase sebagai penanda kondisi kesehatan, sehingga memudahkan petugas dan relawan dalam melakukan pengawasan.
“Petugas kami tidak hanya melayani jemaah, tetapi juga terus memantau klien lansia, karena ada yang mengalami demensia dan berisiko tersesat jika bercampur dengan jamaah,” tambahnya.
Meski terdapat dapur umum, pelayanan makan bagi klien PPRSLU Budi Sejahtera tetap berjalan normal, dengan jadwal tiga kali makan sehari serta camilan seperti biasa.
“Insya Allah semuanya aman dan terkendali. Klien pun senang karena bisa kembali merasakan suasana haul, bertemu dengan banyak orang, dan bersyukur masih dipertemukan dengan momen ini,” pungkasnya. (wartabanjar.com/mckalsel)
Editor: Yayu







