Sir Alex Ferguson Prediksi Manchester United Butuh 11 Tahun Lagi Untuk Juara Liga
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Mantan manajer legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson, memberikan pandangan yang cukup mengejutkan sekaligus pahit bagi para pendukung Setan Merah. Ferguson menyebut bahwa mantan klubnya tersebut kemungkinan besar masih membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 11 tahun lagi untuk bisa kembali merajai kompetisi Liga Inggris.
Menurut pria asal Skotlandia tersebut, situasi yang dialami Manchester United saat ini sangat mirip dengan awal masa kepelatihannya di Old Trafford. Ia menilai klub sedang terjebak dalam siklus transisi yang berat dan membutuhkan perombakan total, terutama dalam hal kebijakan perekrutan pemain yang selama ini dinilai kurang efektif.
Ferguson menyoroti fenomena di mana banyak pemain datang ke Manchester United hanya karena tergiur gaji besar, bukan karena ambisi meraih prestasi. Hal inilah yang dianggap menjadi akar masalah mengapa klub kesulitan bersaing di papan atas, meski telah menggelontorkan dana transfer yang sangat fantastis sejak kepergiannya pada 2013.
Ia juga membandingkan kondisi United saat ini dengan masa keterpurukan Liverpool di era 90-an yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk kembali juara. Baginya, sebuah klub besar bisa saja kehilangan momentum selama belasan tahun jika tidak memiliki fondasi dan manajemen skuad yang kuat di setiap musimnya.
Meskipun memuji kinerja manajer saat ini, Ruben Amorim, yang perlahan mulai membangkitkan performa tim, Ferguson tetap bersikap realistis. Ia menegaskan bahwa proses kebangkitan sebuah klub besar tidak bisa terjadi secara instan dan memerlukan kesabaran ekstra dari seluruh jajaran manajemen serta para suporter.
Pernyataan Ferguson ini menjadi peringatan keras bagi manajemen Manchester United untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh pada struktur tim. Tanpa perubahan signifikan pada aspek perekrutan dan mentalitas pemain, prediksi suram sang legenda tentang puasa gelar yang panjang bisa saja benar-benar menjadi kenyataan.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar