Suasana Haru Apel ASN HST, Bupati Samsul Rizal Pimpin Doa untuk Korban Bencana dan Apresiasi 157 Purnabakti
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Suasana khidmat menyelimuti halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Senin (15/12/2025), saat ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti apel gabungan yang dipimpin langsung oleh Bupati HST, Samsul Rizal. Apel ini menjadi momentum refleksi kemanusiaan, doa bersama untuk korban bencana, sekaligus penghormatan bagi ratusan ASN yang menuntaskan masa pengabdian.
Dalam amanatnya, Bupati Samsul Rizal menyampaikan duka cita mendalam atas bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, termasuk Sumatera Utara dan Aceh. Ia mengajak seluruh ASN di Bumi Murakata untuk turut mendoakan para korban yang terdampak musibah tersebut.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Banyak saudara kita kehilangan orang tercinta, tempat tinggal, serta sumber penghidupan, bahkan hingga kini masih berada di pengungsian,” tuturnya.
Bupati berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat menjadi penguat bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Ia juga mendoakan agar seluruh proses penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana dapat berjalan lancar dan membawa harapan baru bagi masyarakat terdampak.
Selain menjadi ruang empati, apel gabungan tersebut juga menjadi momen penuh penghargaan bagi 157 ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang memasuki masa purna tugas. Di hadapan seluruh peserta apel, Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan loyalitas para purnabakti.
“Puluhan tahun Bapak dan Ibu telah mengabdikan diri untuk melayani masyarakat serta ikut membangun daerah ini. Kontribusi tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan dan kemajuan Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” ungkapnya.
Menurut Bupati, keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah tidak terlepas dari peran para ASN purnabakti yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, dan waktu selama masa tugasnya.
Ia menegaskan bahwa purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari peran baru di tengah keluarga dan masyarakat. Para purnabakti diharapkan tetap menjadi teladan, panutan, dan sumber inspirasi.