Lumpur Tebal, Kayu dan Akses Jalan Hilang, Offroad 6×6 Jadi Harapan Terakhir Warga Aceh Tamiang

WARTABANJAR.COM, ACEH TAMIANG – Kendaraan offroad berpenggerak 6×6 menjadi andalan utama dalam misi kemanusiaan menembus medan ekstrem di wilayah Aceh Tamiang, pascabanjir bandang yang menyebabkan sejumlah desa terisolasi.

Tim 6×6 Xtrim Indonesia harus berjibaku melewati jalur hutan sawit yang dipenuhi lumpur tebal, tumpukan batang kayu, serta akses jalan yang nyaris hilang akibat terjangan air. Kondisi tersebut membuat kendaraan biasa tak mampu melintas.

Dalam dokumentasi yang beredar di media sosial, tampak kendaraan offroad berban besar bekerja ekstra keras. Batang kayu disusun ulang, winch ditarik, dan kendaraan dipaksa bergerak perlahan demi membuka jalur menuju Desa Pematang Durian untuk menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.

Di tengah beratnya tantangan medan, semangat kebersamaan terlihat jelas. Warga setempat turut membantu relawan dalam proses pembukaan jalur dan evakuasi, mencerminkan kolaborasi kuat antara komunitas offroad dan masyarakat di lokasi bencana.

Humas Pengurus Pusat Indonesia Off-Road Federation (PP-IOF), Tunggul Birawa, menegaskan bahwa keterlibatan komunitas offroad dalam aksi kemanusiaan bukanlah hal baru. Menurutnya, IOF memiliki departemen khusus yang fokus pada bidang sosial dan kebencanaan.

“Di IOF ada Departemen 4 yang memang fokus pada sosial dan kebencanaan. Kami juga bekerja sama dengan Basarnas dan BNPB dalam penanganan bencana,” ujar Tunggul, Senin (15/12/2025).