Lautan Jamaah Padati Haul ke-32 H Tarmiji! Momentum Kenang Keteladanan, Doa untuk Negeri yang Dilanda Bencana
WARTABANJAR.COM, PARINGIN – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti Pondok Pesantren Faturahman, Desa Nungka, Kecamatan Awayan, Sabtu (13/12/2025). Ratusan jamaah dari berbagai daerah memadati lokasi untuk mengikuti Haul ke-32 Almarhum H. Tarmiji bin H. Sa’aluddin, sosok ulama yang dikenal bersahaja, berakhlak mulia, dan dekat dengan masyarakat.
Haul tahunan ini tidak hanya menjadi ajang doa bersama, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi serta menghidupkan kembali nilai-nilai keteladanan yang diwariskan almarhum. Kehadiran Pelaksana Tugas Camat Awayan yang mewakili Bupati Balangan menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan yang tumbuh dari akar masyarakat.
Dalam sambutannya, Plt Camat Awayan menyampaikan salam Bupati Balangan yang berhalangan hadir karena tugas pemerintahan. Ia juga menitipkan doa agar seluruh rangkaian haul berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa haul bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ruang refleksi bersama untuk merawat ingatan kolektif, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah tantangan zaman.
Almarhum H. Tarmiji bin H. Sa’aluddin dikenang sebagai figur yang hidup sederhana, rendah hati, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. Keteladanan tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat dan terus hidup dalam kisah, nasihat, serta amalan yang diwariskan.
Dalam rangkaian acara, jamaah juga diajak memanjatkan doa khusus bagi saudara-saudara yang terdampak banjir dan bencana alam di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Doa bersama tersebut menjadi simbol empati dan solidaritas kemanusiaan dari Awayan untuk negeri.
Pembacaan riwayat hidup almarhum disampaikan oleh KH. Syamsuni, yang menggambarkan perjalanan hidup penuh kesederhanaan dan pengabdian. Tausiyah kemudian disampaikan oleh Habib Husien bin Alwi Al Muhdhor, yang mengajak jamaah meneladani akhlak mulia, menjaga kesederhanaan hidup, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam menghadapi persoalan kehidupan.