WARTABANJAR.COM, PARINGIN – Kepala Desa Murung Abuin, Ati Haryati, mengungkap fakta penting di balik video viral yang memicu kegaduhan terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT) di desanya. Ia menegaskan bahwa video tersebut ternyata dibuat dan diunggah oleh seorang content creator dari luar desa, sehingga tidak memahami kondisi riil di lapangan.

Dalam video itu terlihat sosok Zakirin, warga yang disebut tidak menerima BLT. Namun Ati menegaskan bahwa informasi tersebut keliru.

“Yang di video itu atas nama Zakirin, itu sudah terdaftar di BLT desa. Cuma yang mem-posting video bukan orang kampung kita sendiri, jadi dia enggak tahu keadaannya. Kebetulan seorang content creator,” jelas Ati.

Selain kesalahpahaman akibat video, Ati mengakui adanya kendala teknis internal yang membuat suasana semakin gaduh, yaitu perubahan data penerima BLT dari 80 orang menjadi hanya delapan orang. Namun ia memastikan seluruh persoalan tersebut telah diselesaikan pada hari ini.

“Intinya hari ini sudah selesai masalah yang kami hadapi semalam. Dinas dan kecamatan sudah menjelaskan langsung ke warga, dan warga menerima hasilnya sesuai keinginan mereka. Alhamdulillah beres,” ujarnya.

Pemerintah desa bersama Dinas Sosial juga menyusun data susulan untuk memastikan seluruh warga yang berhak benar-benar terakomodasi.

“Sekarang sudah clear, semuanya beres. Data bisa diverifikasi kembali ke Dinas Sosial, sesuai harapan warga,” tegas Ati.(Wartabanjar.com/Alfi)

editor: nur_muhammad