WARTABANJAR.COM, BARABAI – Upaya memperkuat ketahanan ideologi di kalangan pelajar kembali digencarkan. Kesbangpol Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar sosialisasi kewaspadaan dini di MAN 1 HST, Kamis (11/12/2025), dengan fokus utama pada bahaya radikalisme, hoaks, dan konten provokatif yang semakin marak di era digital.
Kegiatan yang berlangsung di Aula MAN 1 HST ini diikuti 100 peserta terdiri dari siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Acara menghadirkan narasumber dari Kodim 1002/HST, Polres HST, dan Kesbangpol HST.
Tekankan Ancaman Digital yang Kian Mengkhawatirkan
Mewakili Bupati HST Samsul Rizal, Asisten Pemerintahan dan Kesra Ainur Rafiq menegaskan bahwa sosialisasi ini memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan daerah.
Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga memunculkan risiko penyebaran informasi sesat.
“Perkembangan teknologi membawa dua sisi. Ada manfaat besar, namun juga risiko hoaks dan provokasi yang dapat memecah persatuan,” ujarnya.
Sekolah Jadi Benteng Utama Cegah Ideologi Kekerasan
Materi sosialisasi menekankan bahwa generasi muda harus dibekali kemampuan untuk mengenali dan menangkal pesan radikal, terutama yang disisipkan melalui:
media sosial
platform digital
konten berbasis kecerdasan buatan
pesan provokatif yang memelintir informasi publik
Lingkungan pendidikan disebut sebagai benteng utama dalam membangun kecerdasan digital dan ketahanan ideologi, terutama di tengah gempuran narasi ekstrem yang semakin halus penyebarannya.

