Namun ia menekankan bahwa alat hanyalah salah satu bagian dari sistem peringatan dini.
“Kunci dari peringatan dini tidak hanya pada alat, tapi juga kesiapsiagaan masyarakat. Karena jangkauan alat terbatas, peran FPRB sangat penting untuk menyebarkan informasi lebih cepat dan luas,” jelasnya.
Lurah Sungai Lulut, Suryani Syahril, menyampaikan bahwa wilayahnya termasuk daerah rawan genangan akibat pasang rob, curah hujan tinggi, hingga kiriman air dari hulu.
Beberapa RT yang paling sering terdampak adalah RT 8, 9, 10, serta wilayah Gerang Sungai Martapura seperti RT 12 dan 13.
“Kami sangat berterima kasih atas fasilitas ini. Semoga sirine ini bermanfaat sebagai peringatan dini bagi warga Sungai Lulut, yang memang sering terdampak genangan,” ungkapnya.
Suryani menambahkan bahwa kelurahan bersama tim Destana dan FPRB telah menyiapkan peta evakuasi, titik posko bencana, serta daftar relawan yang siap bertugas ketika kondisi darurat.
“Dengan adanya sistem peringatan dini ini, kita berharap Sungai Lulut bisa mendapatkan informasi lebih cepat dan melakukan evakuasi lebih aman ketika terjadi banjir,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/Ramadan)
Editor Restu







