WARTABANJAR.COM, JAKARTA – DPR RI meminta agar tarif tol tidak dinaikkan pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, untuk menghindari beban tambahan bagi masyarakat.
Permintaan ini muncul sebagai antisipasi lonjakan mobilitas masyarakat yang diprediksi terjadi pada akhir tahun.
Wakil anggota legislatif menyatakan bahwa musim liburan sering diikuti lonjakan permintaan jalan tol sehingga kenaikan tarif dianggap akan memperberat biaya transportasi publik.
Menurut mereka, prioritas seharusnya diberikan kepada kelancaran arus mudik dan balik, bukan keuntungan operator tol.
Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, dewan telah mengingatkan bahwa penyesuaian tol harus didasarkan pada evaluasi layanan dan kelayakan infrastruktur bukan sekadar inflasi atau kebutuhan pendapatan.
Kenaikan tanpa evaluasi dianggap tidak adil, terutama bagi pengguna golongan kecil yang paling merasakan dampak.
Sebagai alternatif, pemerintah disebut-sebut sedang mempertimbangkan pemberian diskon tarif tol untuk periode Nataru sebuah kebijakan yang sebelumnya pernah dilakukan.
DPR meminta agar opsi ini direalisasikan, agar akses transportasi tetap terjangkau tanpa mengorbankan aspek mobilitas dan keselamatan.
Kementerian terkait diharapkan segera menanggapi usulan ini sebelum keputusan penyesuaian tarif dibuat.
Publik menunggu konfirmasi resmi apakah tarif tol akan dibekukan atau diberi diskon menjelang periode libur akhir tahun. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar

