Fenomena ini, sambungnya, sudah menjadi siklus akhir tahun jelang momen nataru dan haul Guru Sekumpul.
Selain itu, Alfian menyebutkan, telur lokal bebek banjar juga mengalami kenaikan yaitu antara Rp2.300 hingga Rp2.500 dari kisaran Rp2.000 – Rp2.200 per biji.
“Sekarang minimal banget Rp2.300 per biji untuk satu rak, kalau harga ecer minimal banget Rp2.500,” kata Alfian.
Salah satu faktor penyebab kenaikan harga ini adalah karena permintaan yang semakin meningkat, apalagi sekarang ada program dari Presiden Prabowo, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peningkatan permintaan tercatat sangat signifikan, dari sebelumnya toko hanya menjual 100 ikat rak per minggu, sekarang mereka mampu menjual hingga 300 ikat rak telur per minggu.
“Sekarang sudah di luar prediksi, permintaan masyarakat jelang momen nataru ini dan untuk menu MBG, biasanya per dapur perlu 16-20 ikat telur. Dengan jumlah permintaan yang meningkat ini, di toko kami juga menaikkan stok telur untuk memenuhi permintaan,” ucapnya. (wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Yayu







