WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mempercepat perbaikan infrastruktur jalan sepanjang 2025.

Tercatat, 71 paket sub kegiatan rehabilitasi kini berjalan dan ditargetkan menangani sedikitnya 104,38 kilometer ruas jalan di seluruh wilayah Kalsel.

Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kalsel, Robby Cahyadi, mengatakan pemerataan pembangunan menjadi fokus utama pemerintah provinsi tahun ini.

"Karena itu penanganan tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau seluruh kabupaten/kota, sesuai kondisi dan tingkat kerusakan pada masing-masing ruas," ucapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (6/12/2025).

Dari jumlah tersebut, Banjarbaru menjadi wilayah dengan paket terbanyak, yakni 14 paket pekerjaan, disusul Banjarmasin dan Kabupaten Banjar dengan masing-masing 9 paket, dan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) serta Hulu Sungai Tengah (HST) mendapat 7 paket.

"Untuk daerah lain seperti Hulu Sungai Selatan itu ada 5 paket. Lalu ada Kabupaten Balangan, Tanah Laut dan Kotabaru ada 4 paket. Batola ada 3 paket, kemudian Tapin dan Tanah Bumbu ada 2 paket. Terakhir Tabalong ada 1 paket," terang Robby.

Ia menjelaskan rehabilitasi jalan tidak sekadar memperbaiki kerusakan permukaan, melainkan merupakan rangkaian pekerjaan menyeluruh mulai dari persiapan hingga finishing.

"Dimana pada tahapan awal meliputi pembersihan lahan, pengukuran, hingga mobilisasi alat," tuturnya.

BACA JUGA: BREAKING NEWS- Prabowo Resmi Tetapkan Biaya Haji 2026! Embarkasi Banjarmasin Rp 55,5 Juta

Setelah itu dilanjutkan dengan perbaikan struktur jalan seperti penambalan lubang, penggantian lapisan tanah dasar yang rusak, hingga pengerasan fondasi.

"Perbaikan ini dilakukan mulai dari struktur bawah hingga lapisan atas. Jadi, bukan hanya patching, tetapi sampai pada penguatan fondasi supaya umur jalan lebih panjang. Pada tahap akhir, permukaan jalan dilapisi ulang menggunakan hotmix atau overlay," jelasnya.

Pada kondisi tertentu, lanjutnya, dilakukan pula slurry seal atau micro surfacing untuk meningkatkan kualitas dan ketahanan permukaan.

Robby menegaskan, seluruh kegiatan rehabilitasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kelancaran konektivitas antarwilayah, mendukung distribusi logistik, serta memperbaiki kualitas perjalanan masyarakat.