BEREDAR Video Detik-Detik Penangkapan Mami Sabu 2 Ton di Hotel Mewah Kamboja Gegerkan Publik!
WARTABANJAR.COM – Dunia maya kembali diguncang setelah beredar sebuah video dramatis yang merekam detik-detik penangkapan buronan kelas kakap, Dewi Astutik alias Mami, dalang penyelundupan 2 ton sabu senilai Rp 5 triliun. Video tersebut viral di Instagram pada Rabu (3/12/2025), memperlihatkan momen menegangkan di lobi sebuah hotel mewah di Sihanoukville, Kamboja.
Dalam rekaman itu, tampak tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI melakukan pengintaian ketat. Ketika Dewi terlihat hendak masuk ke mobil, tim segera bergerak cepat. Tanpa menunggu sedetik pun, aparat langsung menyergap dan memborgol gembong jaringan internasional Golden Triangle tersebut.
Operasi Senyap Lintas Negara
Penangkapan Dewi merupakan puncak dari perburuan panjang yang dimulai sejak 17 November 2025 setelah masuknya sebuah informasi intelijen mengenai keberadaan target di Phnom Penh.
"Informasi awal diterima pada 17 November 2025, dan langsung ditindaklanjuti oleh Kedeputian Berantas serta Kedeputian Hukum dan Kerja Sama," jelas Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto, dalam jumpa pers, Selasa (2/12/2025).
BNN kemudian mengirim tim khusus ke Kamboja pada 25 November 2025. Setibanya di Phnom Penh pada 30 November, tim melakukan koordinasi intensif dengan KBRI dan Kepolisian Kamboja. Momen penangkapan terjadi pada 1 Desember 2025 waktu setempat di area lobi hotel Sihanoukville.
Pada Selasa (2/12) sore, Dewi Astutik dibawa kembali ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta. BNN memastikan Dewi akan menjalani pemeriksaan mendalam untuk mengungkap aliran dana, rantai logistik, hingga identitas pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan narkoba internasional tersebut.
Siapa Sebenarnya Dewi Astutik?
Dewi Astutik, perempuan asal Ponorogo, Jawa Timur, sebenarnya memiliki nama asli Paryatin alias PA. Ia menggunakan identitas adiknya untuk menghindari deteksi aparat.
Riwayatnya cukup panjang. Sejak 2011, Dewi bekerja sebagai TKW/PMI di Hong Kong, Taiwan, hingga Kamboja. Namun perjalanan hidupnya berubah arah ketika ia terlibat sindikat narkoba internasional. Dengan identitas palsu, Dewi bahkan diduga merekrut 110 WNI sebagai kurir narkoba ke luar negeri.