WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN — Setelah lima tahun menahan napas melewati jalur yang nyaris ambruk, warga Kampung Hijau di Kelurahan Sungai Bilu akhirnya bisa bernapas lega. Jalan titian yang rusak sejak banjir besar 2021 itu mulai direhabilitasi Dinas PUPR menjelang akhir tahun, menyusul kekhawatiran warga yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Kerusakan parah terjadi ketika batang kayu besar menghantam tiang-tiang penyangga saat banjir, membuat struktur titian melengkung dan rapuh. Sejak itu, warga hanya bisa melintas dengan hati-hati tanpa adanya perbaikan signifikan selama lima tahun.

Proyek rehabilitasi yang mulai dikerjakan sekitar tiga minggu terakhir ini mencakup perbaikan sepanjang 34 meter. Namun, sejumlah bagian masih menuai kekhawatiran, terutama pada area tanjakan yang dianggap terlalu tinggi.

“Yang bagian tanjakan itu tinggi, sekitar 20 cm. Harapannya bisa lebih rendah,” ujar Basuni, warga setempat, Selasa (2/12/2025). “Takutnya kalau motor lewat, terhentak. Bahaya, nanti jalannya bisa rusak lagi.”

Ketua RT 03, Abdul Hadi, turut menegaskan masih ada tiga titik lain yang belum tersentuh perbaikan sejak banjir 2021, padahal kawasan itu sering menjadi tempat bermain anak-anak.

“Di sini pusatnya anak-anak. Mereka lari, lompat ke sungai. Kalau tiba-tiba ambruk, saya tidak bisa bayangkan,” ujarnya penuh kekhawatiran.

Ia berharap pekerjaan ini tidak terhenti di tengah jalan dan bisa diselesaikan sesuai target.

“Semoga bulan ini bisa selesai,” tutup Abdul Hadi.(Wartabanjar.com/Ramadan)

editor: nur muhammad