WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Kepergian aktor senior Gary Iskak pada Sabtu (29/11/2025) pagi usai kecelakaan motor meninggalkan duka mendalam bagi dunia hiburan Indonesia. Namanya dikenal sebagai aktor serbabisa yang mampu memainkan peran komedi, drama, hingga karakter-karakter unik yang melekat di ingatan penonton.
Video kondisi Gary setelah kecelakaan yang diunggah oleh musisi Ade Jigo sempat membuat publik geger. Banyak artis bahkan salah mengira kejadian tersebut sebagai adegan syuting. Namun bagi pecinta film Indonesia, Gary bukan sekadar aktor pendukung—ia merupakan salah satu talenta yang membentuk warna perfilman Indonesia era 2000-an.
Aktor kelahiran 1970 itu memulai karier layar lebarnya sejak awal tahun 2000-an, tampil dalam puluhan film serta sinetron, dan sering disejajarkan dengan Tora Sudiro maupun Indra Birowo berkat gaya komedinya yang khas. Perannya sebagai karakter banci dalam D’Bijis (2007) menjadi titik balik yang membuat namanya meroket.
BACA JUGA: BREAKING NEWS: Dunia Hiburan Berduka! Aktor Gary Iskak Meninggal Dunia Usai Kecelakaan di Jakarta
Berikut rangkuman 20 tahun perjalanan emas Gary Iskak beserta daftar film terbaiknya yang layak kamu tonton kembali:
- Rumah Ketujuh (2003)
Film ketiga Gary setelah Bintang Jatuh dan Tragedi. Meski dua film sebelumnya belum mencuri perhatian publik, proyek bersama Riri Riza dan Mira Lesmana ini menjadi awal dari era keemasan aktingnya.
- 30 Hari Mencari Cinta (2004)
Meski bukan pemeran utama, film garapan Upi Avianto ini memperluas jaringan pertemanan Gary di industri film, membuka jalan menuju proyek besar seperti D’Bijis dan Merah Itu Cinta.
- D’Bijis (2007)
Film yang membuat namanya melambung. Berperan sebagai Bule, Gary tampil memukau hingga meraih penghargaan Aktor Pendukung Terbaik di Indonesian Movie Awards.
- Merah Itu Cinta (2007)
Sebagai Aria, Gary memerankan kisah cinta tragis penuh konflik modern. Penampilannya menuai pujian kritikus dan meraih penghargaan Best Actor dari Indonesia Film Critics Society.







