Komunikasi terakhir terjadi pada Selasa pagi (25/11). Telepon tak tersambung, dan Syukri hanya sempat mengirim pesan WhatsApp singkat yang menyebut dirinya terjebak di Sitahuis serta kesulitan mencari sinyal.
“Dia mengirim pesan soal kondisi terjebak di Sitahuis dan tidak ada jaringan di sana,” ujar Bakhtiar, Jumat (28/11/2025).
Pesan tersebut—terkirim pukul 11.10 WIB—menjadi komunikasi terakhir dari Syukri. Dalam pesan itu, ia menyampaikan tidak bisa menuju Sibolga karena akses tertutup banjir dan longsor, sementara jalan ke arah Tapanuli Utara juga tidak mungkin ditembus akibat bencana serupa.
Sejak saat itu, seluruh upaya menghubungi ponselnya gagal total. Hingga kini, keberadaan Wali Kota Sibolga tersebut masih misterius, sementara upaya pencarian terus dilakukan meski terhambat jalur ekstrem dan kondisi cuaca yang belum bersahabat.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur muhammad







