Menjual Potensi di Tengah Defisit Pasokan Daging
Kepala Disnakkeswan Kabupaten Tanah Laut, Muhammad Mursyi, membeberkan alasan fundamental di balik penyelenggaraan kontes ini, yakni tingginya kebutuhan pasar lokal yang belum mampu dipenuhi oleh peternak Kalimantan Selatan.
”Untuk Kalimantan Selatan, kita kekurangan tidak kurang dari 3.000 ekor per bulan yang akhirnya harus mendatangkan dari luar daerah. Kontes ini perlu kita lakukan untuk memicu peternak lokal agar lebih semangat mengembangkannya dan merebut peluang tersebut,” jelas Mursyi.
Defisit pasokan daging kambing sebanyak 3.000 ekor per bulan ini membuka peluang bisnis besar yang harusnya dapat direbut oleh peternak lokal.
BACA JUGA: BREAKING NEWS! SMPN 26 Banjarmasin Dibobol Maling Malam Hari, Laptop, HP Hingga Uang Kantin Raib
Kategori Ekstrem Paling Diminati
Ketua Pelaksana Kegiatan, Handri Sulistiono, menjelaskan bahwa total hadiah sebesar Rp 79.500.000 disiapkan untuk memotivasi para peserta yang bertanding di tiga kelas utama.
Juara pertama di setiap kelas berhak membawa pulang uang pembinaan senilai Rp 8,5 juta.
Tiga kelas yang dipertandingkan meliputi:
1. Kelas Ekstrem Jantan: Kelas bebas usia yang fokus pada penilaian bobot, menjadi kategori terfavorit dengan 69 peserta.
2. Kelas Performa Betina Peranakan Ettawa (PE): Menekankan pada keindahan dan kesempurnaan fisik (34 peserta).
3. Kelas Performa Betina Jawa Randu: Kelas yang sama-sama menonjolkan performa fisik (45 peserta).
Selain peternak dari Tanah Laut, kontes ini juga menarik partisipasi dari kabupaten lain seperti Tanah Bumbu, Banjar, Banjarbaru, hingga Banjarmasin.
