Tak tinggal diam, Khabib membalas dengan tegas. Ia menyebut McGregor sebagai “pembohong besar” dan menegaskan bahwa Papakha NFT itu justru bentuk penghormatan terhadap budaya Dagestan yang kini semakin dikenal dunia.
Drama terus berlanjut. McGregor kembali memanas-manasi dengan menyebut langkah Khabib sebagai eksploitasi nama ayahnya. Balasan itu disambut Khabib dengan serangan pribadi: ia menyinggung McGregor sebagai pecandu alkohol dan menantangnya datang ke Dagestan untuk “diurus” oleh para mantan pasien rehabilitasi di pusat yang ia kelola.
Pertikaian keduanya mengingatkan publik pada perseteruan lama yang memuncak pada Oktober 2018 di UFC 229. Saat itu, Khabib menundukkan McGregor lewat kuncian di ronde keempat dan mempertahankan gelar juara kelas ringan. Sejak sebelum pertarungan hingga sesudahnya, McGregor memang sering melontarkan hinaan kepada negara, agama, hingga keluarga Khabib, membuat hubungan keduanya semakin penuh bara.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur muhammad







