BRIDA Sebut Metode Corporate Farming Penting Diterapkan di Kalsel

“Harapannya seminar akhir ini dapat memperkaya hasil penelitian kawan-kawan peneliti. Jika nanti hasil riset telah dituangkan dalam laporan akhir, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pelaksanaan pembangunan pertanian dan ketahanan pangan di Provinsi Kalsel,” tuturnya.

Thaufik juga menekankan bahwa peningkatan hasil pertanian tidak dapat dilakukan dengan cara yang biasa-biasa saja, mengingat tren beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya penurunan produktivitas di sejumlah komoditas.

“Dari grafik yang menurun, untuk memberikan efek memantul itu tidak bisa dilakukan dengan upaya biasa saja. Pemerintah nasional saat ini sudah membuka jutaan hektare lahan pertanian baru, dan Kalsel juga mendapat porsi untuk itu. Metode pengelolaan lahan harus semakin baik, modern, dan adaptif,” jelasnya, dikutip dari MC Kalsel, Selasa (25/11/2025).

Ia berharap hasil kajian corporate farming yang disusun BRIDA ini dapat menjadi bagian dari kontribusi ilmiah sekaligus dukungan strategis dalam penguatan pembangunan pertanian di Kalimantan Selatan.

“Harapan kita, salah satu hasil riset ini bisa memberikan kontribusi sebagai bentuk partisipasi BRIDA dalam mendukung sektor pertanian di Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

BACA JUGA: Usut Dugaan Korupsi, Kejari Banjarmasin Geledah Kantor Disdik 4,5 Jam

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang Riset BRIDA, Ali Mukhraji, Perencana Ahli Madya Bappeda Provinsi Kalsel, Yudhi Mahendera, serta Kepala Seksi Pembiayaan, Investasi, dan Pupuk Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Indah Puteri Suciati. (wartabanjar.com/mckalsel)

Editor: Yayu