“Melalui penelitian ini, kami berharap dapat menghasilkan rekomendasi yang tidak hanya akademis, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kebutuhan serta tantangan di lapangan. Dalam konteks ini, peran para narasumber, peneliti, dan instansi terkait menjadi sangat krusial,” tambah Thaufik.
Ia turut memberikan penegasan dalam sesi wawancara.
Ia berharap seminar akhir tersebut mampu memperkaya substansi penelitian para peneliti BRIDA, terutama dalam memperluas literatur, referensi, serta analisis yang memberi nilai tambah bagi hasil riset.
“Harapannya seminar akhir ini dapat memperkaya hasil penelitian kawan-kawan peneliti. Jika nanti hasil riset telah dituangkan dalam laporan akhir, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pelaksanaan pembangunan pertanian dan ketahanan pangan di Provinsi Kalsel,” tuturnya.
Thaufik juga menekankan bahwa peningkatan hasil pertanian tidak dapat dilakukan dengan cara yang biasa-biasa saja, mengingat tren beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya penurunan produktivitas di sejumlah komoditas.
“Dari grafik yang menurun, untuk memberikan efek memantul itu tidak bisa dilakukan dengan upaya biasa saja. Pemerintah nasional saat ini sudah membuka jutaan hektare lahan pertanian baru, dan Kalsel juga mendapat porsi untuk itu. Metode pengelolaan lahan harus semakin baik, modern, dan adaptif,” jelasnya, dikutip dari MC Kalsel, Selasa (25/11/2025).







