Namun selain itu, Misbach mengatakan bahwa hal itu juga mencerminkan perjalanan hidup manusia, termasuk dirinya sendiri.

"Layar gelap dan terang adalah cermin kehidupan manusia. Ada suka dan duka. Saya termasuk seorang figur seniman yang mengalami duka cukup tajam, sehingga kecenderungan ada sisi kegelapan, itu juga cermin dari perjalanan hidup saja," jelasnya.

Misbach Tamrin kerap ambil bagian dalam pameran berskala nasional.

BACA JUGA: Masih Gencatan Senjata, Israel Kembali Serang Gaza, Puluhan Tewas, Ratusan Terluka

Dia pernah menggelar Pameran Tunggal di Galeri Nasional Indonesia di Jakarta pada tahun 1995.

Pameran kali ini menjadi pameran tunggalnya yang kedua, dan yang lebih spesialnya dilaksanakan di kampung halamannya.

Sementara itu salah seorang Kurator Galeri Nasional Indonesia, Dio Pamola sangat mengapresiasi adanya Pameran Tunggal Misbach Tamrin tersebut.

"Semangat berkarya beliau, dengan segala suka dukanya perlu kita ambil. Dan pak Misbach adalah aset seni rupa nasional. Karya-karya yang ditampilkan pun sangat menarik," jelasnya.

Dari total 21 lukisan yang ditampilkan dalam pameran ini, ada sebanyak 7 karya yang dibuat oleh Misbach dari tahun 1977 hingga tahun 2007, sedangkan 14 karya lainnya, baru dibuat pada 2025. (Wartabanjar.com/Frans)

Editor: Yayu