WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Anggota DPR RI Ranny Fahd Arafiq menyerukan penguatan peran Panitia Kerja (Panja) Pengawasan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai langkah prioritas negara. Ranny menyatakan Panja harus menjadi garda terdepan dalam merumuskan kebijakan perlindungan yang komprehensif dan adaptif.
Menurut Ranny, Panja wajib menghasilkan rekomendasi kebijakan yang memberi kepastian hukum, kejelasan prosedur, dan rasa aman bagi PMI saat bekerja di luar negeri. Ia menekankan perlindungan PMI bukan sekadar soal prosedur administratif tetapi juga tentang dukungan terstruktur dan berkelanjutan.
Ranny mendorong keterlibatan lintas lembaga dan organisasi—baik nasional maupun internasional agar perspektif Panja lebih utuh dan rancangan kebijakan selaras dengan perkembangan global. Kolaborasi antar-instansi, kata dia, akan memperkuat fondasi kebijakan dan efektivitas pengawasan perlindungan PMI.
Anggota Komisi IX itu juga menyoroti pentingnya program pemberdayaan dan reintegrasi bagi PMI purna sebagai bagian dari perlindungan jangka panjang. Ranny berargumen program terarah dapat memberi nilai tambah bagi pekerja migran yang kembali dan berkontribusi pada pembangunan sosial-ekonomi nasional.







