WARTABANJAR.COM, RANTAU – Kasus penganiayaan brutal yang sempat mengguncang media sosial akhirnya terungkap. Polres Tapin menggelar konferensi pers usai menangkap Muchsyar Gandhi (41), pelaku penyerangan bersenjata tajam yang hampir menghabisi nyawa Gazali Rahman (54) di Rantau Kiwa, Tapin Utara.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (18/11/2025) sekitar pukul 09.30 Wita di Jalan Brigjen H Hasan Basri. Korban yang sedang duduk santai di sebuah warung tiba-tiba diserang menggunakan sebilah parang lengkap dengan kumpangnya. Serangan mendadak ini membuat warga sekitar tak berani mendekat karena pelaku membawa sajam.
Wakapolres Tapin, Kompol Aunur Rozaq, mengungkapkan bahwa motif pelaku berakar pada rasa sakit hati. Muchsyar merasa tersinggung karena korban pernah menggoda istrinya dan bahkan menantang dengan ucapan yang meremehkan dirinya.
“Motifnya sakit hati. Korban pernah menggoda istrinya dan berkata bahwa pelaku tidak akan berani padanya,” ucap Kompol Rozaq di Loby Ruang Reskrim Polres Tapin, Kamis (20/11/2025).
Menurut penjelasannya, pelaku mendatangi korban yang sedang duduk di warung. Gazali sempat berusaha kabur, namun Muchsyar mengejar dan kembali menebaskan parang hingga korban roboh. Setelah itu, pelaku melarikan diri.
Korban dilarikan ke RSUD Datu Sanggul dengan luka serius, termasuk tiga sampai empat luka di bagian kepala dan tangan.







