“Guru harus profesional dan bijak dalam menggunakan perangkat digital. Jangan sampai ada lagi kasus smartboard dipakai untuk karaoke atau hal-hal yang tidak mendukung pembelajaran,” tegasnya.
Legislator asal Dapil Jawa Timur II itu mendorong pemerintah untuk memastikan pelatihan guru berjalan optimal, sehingga para pendidik benar-benar mampu memanfaatkan smartboard dan perangkat digital lainnya secara maksimal dan tepat guna.
“Teknologi hanya alat. Yang membuatnya bermanfaat adalah kesiapan SDM-nya. Maka peningkatan kompetensi guru harus berjalan seiring dengan distribusi perangkat,” pungkas Hilman.
Seperti diberitakan, Prabowo menyebut program digitalisasi pendidikan sudah menunjukkan hasil awal yang positif. Dia meminta Kemendikdasmen membentuk tim khusus yang bertugas meninjau dan menyesuaikan animasi serta materi pembelajaran agar relevan bagi siswa di berbagai daerah.
Kemendikdasmen menargetkan pemasangan lebih dari 288.000 smartboard akan tercapai pada Desember 2025. Untuk tahun berikutnya, pemerintah menargetkan pemasangan sekitar satu juta panel smartboard di sekolah-sekolah. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







