“Alhamdulillah kami dibantu BNPB. Kalau mengandalkan anggaran kami, belum tentu bisa dibangun tahun ini,” ujarnya.
Selain pengadaan alat, BNPB juga membantu pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana di dua titik tersebut. Kelompok masyarakat inilah yang nantinya akan memantau kondisi air, mengoperasionalkan sirine, dan memberi respons cepat saat air mulai naik.
Terkoneksi 24 Jam dengan Pusat Komando BPBD
Sistem EWS banjir akan terhubung langsung dengan pusat komando BPBD, lengkap dengan layar pemantauan real-time sehingga tinggi muka air bisa dipantau setiap saat.
“Jika sudah aktif, EWS ini akan berbunyi otomatis ketika sensor mendeteksi kenaikan air di titik tertentu,” ungkap Husni.
Saat ini menara dan perangkat sirine sudah berada di Banjarmasin dan memasuki tahap pemasangan akhir.
Harapan Besar: Warga Punya Waktu Bersiap
Husni berharap keberadaan sirine ini mampu mengurangi risiko korban dan kerugian.
“Kita tidak bisa menghentikan pasang dan banjir, tetapi kita bisa memperkuat sistem peringatannya agar masyarakat lebih siap,” tegasnya.
Dengan hadirnya EWS banjir, Banjarmasin kini melangkah menuju sistem mitigasi bencana yang lebih modern, responsif, dan berbasis teknologi.(Wartabanjar.com/Ramadan)
editor: nur muhammad







