Dampak erupsi Semeru kali ini disebut salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Material awan panas yang mengarah ke Desa Kamar A membuat puluhan hingga ratusan rumah hancur, sebagian rata dengan tanah.
Pendataan terus dilakukan aparat dan relawan di lapangan.
“Belum tahu pasti berapa jumlah rumah yang rata atau rusak. Diperkirakan puluhan sampai ratusan,” tambah Muhlisin.
Meski kerusakan masif, tidak ada korban jiwa. Warga telah meninggalkan desa dua jam sebelum guguran mencapai permukiman, sehingga seluruh penduduk berhasil menyelamatkan diri.
Hingga kini, warga mulai kembali ke desa untuk memeriksa kondisi rumah mereka sambil menunggu pendataan resmi dari pemerintah.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur muhammad












