Jatuhnya Pesawat Kargo Emirates ke Laut di Hong Kong Menemui Titik Terang, Mesin Ngebut Saat Mendarat!

WARTABANJAR.COM, HONG KONG – Investigasi awal jatuhnya pesawat kargo Emirates di Bandara Internasional Hong Kong akhirnya membuka fakta mengejutkan. Salah satu mesin pesawat tiba-tiba melonjak tenaga sesaat setelah menyentuh landasan, memicu hilangnya kendali hingga pesawat tergelincir dan terjun ke laut.

Pesawat kargo Boeing 747 dengan nomor penerbangan Emirates EK9788 yang datang dari Dubai itu keluar dari landasan utara pada 20 Oktober lalu. Pesawat bahkan menabrak mobil patroli keamanan sebelum sama-sama tercebur ke perairan bandara, menewaskan dua petugas yang berada di lokasi.

Menurut laporan awal Air Accident Investigation Authority (AAIA) Hong Kong, temuan yang dipublikasikan masih berupa data faktual dari pengumpulan bukti tahap pertama. Belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kecelakaan.

Dalam laporan itu terungkap, mesin Nomor Empat tiba-tiba melonjak hingga 90 persen tenaga dorong sesaat setelah pendaratan, lalu naik menjadi 107 persen hanya dalam 12 detik. Dua pakar penerbangan yang ditunjuk menilai kondisi ini sangat tidak lazim karena mesin seharusnya justru mengurangi daya ketika roda menyentuh landasan.

Darryl Chan Chun-hoi dari Hong Kong Institute of Engineers menjelaskan bahwa penambahan tenaga saat pendaratan adalah hal yang tidak masuk akal secara prosedural. Dorongan besar dari satu sisi membuat pesawat membelok kuat ke kiri hingga keluar jalur.