“KIM menjadi bagian dari ekosistem informasi daerah. Ia harus mampu menyaring isu, menangkal hoaks, sekaligus menampung aspirasi masyarakat,” jelasnya.
BACA JUGA: Polda Kalsel Bongkar Industri Rumahan Miras Oplosan di Banjarmasin, Ribuan Botol Disita
Basith juga berharap para pegiat KIM mampu mengembangkan diri secara profesional, sehingga keberadaan mereka dapat memperkuat kualitas informasi publik di desa maupun kelurahan.
Di sisi lain, Kabid IKP DKISP Banjar, Syawli Syahri, menjelaskan sosialisasi ini dirancang untuk memperluas pemahaman anggota KIM mengenai teknik penyebarluasan informasi yang tepat dan merata.
“Dengan pemahaman yang baik, informasi pembangunan akan lebih mudah diterima masyarakat, dan partisipasi publik dalam memberi umpan balik juga meningkat. Keterlibatan aktif masyarakat dalam KIM menjadi kunci terciptanya komunikasi dua arah yang sehat antara pemerintah dan warganya,” tutupnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor: Yayu







