Kalah Telak, Alcaraz Puji Lawan Beratnya Sinner

Alcaraz meningkatkan agresivitasnya dan lebih sering maju di set kedua, mendapat keunggulan break point sebelum Sinner memaksanya mundur dan kemudian membalikkan keadaan untuk memastikan kemenangan.

“Saya tidak mengubah rencana karena cedera. Saya mengubahnya karena saya merasa harus melakukan hal lain,” kata Alcaraz tentang perubahan taktiknya.

“Saya berusaha untuk seagresif mungkin di lapangan setiap pertandingan, tetapi khususnya saya pikir akan lebih agresif lagi melawan Jannik. Setiap kali saya bisa, saya hanya berusaha untuk maju.”

“Itu berhasil karena saya melakukan break. Saya melakukan servis dengan baik. Pertandingan itu, saya rasa saat kedudukan 3-2, saya unggul. Saya membuat beberapa kesalahan yang tidak perlu saya lakukan,” ujar petenis berusia 22 tahun itu.

“Secara umum, saya pikir rencana yang saya lakukan hari ini sangat bagus. Itulah mengapa saya sangat senang dengan level dan penampilan saya hari ini, karena saya pikir saya tidak melakukan terlalu banyak kesalahan, dan itu bagus.”

Setelah mencatatkan 3-0 pada babak round robin, Alcaraz menerima trofi No.1 ATP Akhir Tahun di lapangan Inalpi Arena, Kamis (13/11). Ia kini memiliki catatan 71-9 musim ini, menurut indeks menang/kalah ATP.

Alcaraz meraih delapan gelar juara tur pada 2025, termasuk gelar major di Roland Garros dan US Open, serta gelar ATP Masters 1000 di Monte Carlo, Roma, dan Cincinnati. Ia akan mengakhiri musimnya pekan depan di final Piala Davis. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Andi Akbar