“KTP hanya untuk keperluan pendataan. Tanpa KTP pun tetap boleh naik, tetap gratis,” tuturnya.
Secara operasional, seluruh armada berada dalam pengelolaan Koperasi Transintan Banjar. Dishub hanya melakukan pengawasan jarak jauh.
“Kami memantau pergerakan unit melalui GPS dan CCTV. Jadi setiap kendaraan bisa dipantau real-time,” jelas Nyoman.
Terkait fasilitas, Nyoman menyebut angkutan Feeder baru ini juga dibangun mengikuti standar Kementerian Perhubungan.
“Lengkap dengan ruang duduk dan jarak antarkaki yang sesuai ketentuan. Kapasitasnya sekitar 12 penumpang,” terangnya.
Pada tahap awal, rute feeder diarahkan untuk menunjang mobilitas pelajar dan pegawai.
“Jalur awal yang disiapkan dimulai dari ujung Bincau menuju SMK, melintasi kawasan Pengadilan, kemudian ke wilayah Menteri 4, hingga kawasan perkantoran Pemkab Banjar,” tutup Nyoman. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor Restu







