WARTABANJAR.COM, TANJUNG- Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-50 Tingkat Kabupaten Tabalong di Kecamatan Upau, Kamis (13/11/2025) malam dimeriahkan dengan pertunjukan tari kolosal yang sukses memukau ribuan penonton yqng memadati area panggung utama.

Bertajuk "Pelangi di Pulau Hujung Tanah," pertunjukan ini menceritakan simfoni keberagaman budaya dan keindahan alam Kecamatan Upau, yang di zaman purba disebutkan masuk dalam wilayah Pulau Hujung Tanah.

Di bawah arahan Camat Upau, Agustian, sebuah persembahan tari kolosal yang melibatkan ratusan seniman ini berhasil menciptakan suasana meriah dan mengundang decak kagum ribuan masyarakat yang hadir.

Tarian kolosal kolaborasi etnis Dayak, Banjar dan Jawa adalah karya Suhardi Hadiwijaya, dengan arahan musik Aan Triatmojo, tari digarap oleh Siti Nurhidayah dan Qiyamah yang merupakan Guru SMAN 1 Upau, didukung oleh 23 penyanyi dan musisi etnik, serta 120 penari dari SMPN 1 Upau.

Pelangi di Pulau Hujung Tanah menyuguhkan cerita perbedaan dalam keindahan serta keserasian gerakan tari yang berpadu dalam bingkai persatuan.

Pertunjukan ini mengilustrasikan harapan melalui lantunan doa etnik Dayak, yang membawa kita ke dalam suasana spiritual yang khidmat.

Pertunjukan ini juga dihadirkan melalui lagu pembatangan yang menggambarkan perjuangan mencari nafkah halal, pemahaman syariat Islam melalui lagu ilir-ilir, serta Tohirul Qolbi, lagu yang mensucikan hati.

Semua ini membawa ke dalam suasana yang tenang dan damai.

"Sesuai dengan tema MTQ yang menyatukan perbedaan, kami menyuguhkan kolaborasi tiga etnis yang ada di Kecamatan Upau,yakni Suku Dayak, Banjar dan Jawa," tutur Suhardi, Komposer pertunjukan ini, Jumat (14/11/2025).

BACA JUGA: Resmi! Kemenhaj Umumkan 2 Maskapai Layani Haji 2026 ini Pembagian Embarkasinya

Ditambahkannya, pagelaran kolosal kolaborasi ini dipersiapkan selama satu bulan lebih dengan melibatkan 14 musisi dari unsur 3 etnik yang terdiri dari alat musik gamelan Jawa dan Dayak, panting serta dipadu dengan alat musik modern seperti keyboard, gitar, bass dan drum.

"Selain musisi, 9 vokalis juga kita persiapkan ditambah dengan 120 penari dari pelajar SMP," terang Hardi.